pameran angkatan 2012 pendidikan seni rupa unesa
Oleh : Dwiki Nugroho M.
Mari berpamer dan mari memulai sebuah awal, sebuah awalan untuk seniman-seniman muda yang sadar akan pentingnya eksistensi dalam berkesenian, berpameran sendiri merupakan sebuah tahapan yang harus dilalaui dan dilakukan dalam berkesenian, dalam melakukan pameran harusnya seorang seniman atau kelompok memiliki tujuan yang jelas kemana ia akan membawa sebuah pameran, pameran bisa ditujukan sebagai lahan edukatif dimana semua orang bisa mengapresiasi dan belajar dengan media karya-karya yang ada dalam pameran tersebut, ataupun pameran bisa bersifat komersil dalam artian berpamer memang ditujukan sebagai ajang untuk apresiasi karya dari sisi materi, ada juga yang bermaksud untuk meleburkan kedua bentuk tujuan berpamer tersebut dari sisi edukasi tapi juga memperhitungkan sisi materinya juga, tentu saja format yang sedemikian akan lebih berat untuk dilakukan karena memuat dua tujuan sekaligus, namun meski begitu sangat mungkin untuk dilakukan. Pameran memang bukan faktor utama yang menunjang seseorang untuk melakukan sebuah tindakan seni, namun sedikit banyaknya intensitas ia menyuguhkan karyanya di dalam sebuah ruang ataupun forum akan berpengaruh banyak pada karir berkesian-nya (menjadi seniman atau bentuk yang lainya).
Salut untuk teman-teman seni murni angkatan 2012 untuk berani memulai melakukan awalan dengan berpameran, dengan menyatukan energi untuk melakukan aktifitas secara kelompok, tentu saja hal itu tidak mudah untuk dilakukan, mereka sempat gagal beberapa kali untuk berpamer bersama di karenakan energi yang dimuat tidak se-frekuensi, memang mereka adalah mahasiswa pendalaman murni namun dasar akademisnya masih dalam lingkup pendidikan , mereka yang masuk dalam prodi ini diarahkan untuk menjadi tenaga pengajar seni rupa (guru seni), namun tidak sedikit resistensi yang terjadi, perlakuan yang membawa arus besar dalam berkesenian secara murni.
Resistensi atau apalah, pada akhirnya sebagai orang yang terjun dalam dunia kesenirupaan harus melakukan sebuah tahapan berpamer, karena sebuah proses berkesenian tidak akan jauh dari kegiatan berpamer, namun bukan berarti berpamer diwajibkan dalam melakukan kesenian. Dalam proses untuk mewujudkan sebuah pameran banyak tahapan-tahapan yang nantinya berguna untuk proses kesenian nya kedepan sebagai seniman ataupun proses mengajar sebagai seorang guru seni.
Sebagai seorang seniman maka ia akan bertemu dengan banyak bentuk pameran-pameran yang lain dan dengan ia melakukan banyak kegiatan pameran maka ia akan mampu menyerap informasi, teknik, ataupun teknis sehingga karya yang dihasilkan akan menjadi karya yang aktual dan mampu dipertangung jawabkan.
Sebagai seorang pengajar pengalaman mengenai kegiatan berpamer tentu juga sangat penting, untuk mengahadapi dunia pendidikan saat ini dimana murid ditutut untuk menjadi individu yang kritis maka guru ditutut untuk memiliki wawasan yang luas terlebih pada bidang study yang ia ajarkan. Tentu akan terlihat sangat timpang saat guru mengajarkan mengenai materi apresiasi namun beliaunya tidak pernah melakukan sebuah pameran.
……….
Semoga embrio pameran ini maka akan tumbuh subur dengan adanya pameran-pameran yang berikutnya secara kelompok ataupun menjadi pemacu semangat peserta di dalamnya untuk melakukan pameran tunggal atau bentuk-bentuk pameran yang lain.
Lakukan sebuah awalan dengan kencang atau perlahan sekalian, jangan ragu untuk memutuskan, karena hari saat kau memulai akan ada sebuah akhir. Dan yang menentukan adalah seberapa berani engkau mengarungi dengan indah untuk mendapat akhir yang sangat sakit atau sebaliknya.
Selamat berpamer !
