Review – Pameran Fotografi dan Puisi ‘SATU’

Posted on Posted in News
Spread the love

JUDUL PAMERAN : Pameran Fotografi dan Puisi ‘SATU’

SENIMAN : B.G. Fabiola Natasha, Vika Wisnu, Haryo Suryo Kusumo, Didik Siswantono, Leo Arief Budiman, Heti Palestina Yunani, Mamuk Ismuntoro, Sol Amrida, Peter Wang, Wina Bojonegoro.

PERIODE PAMERAN : 11 Agustus – 2 Oktober 2017

TEMPAT : Galeri House of Sampoerna,Taman Sampoerna 6, Surabaya 031-3539000

Lima orang fotografer berkolaborasi dengan lima orang penyair, dirangkum dalam pameran fotografi dan puisi dengan judul ‘SATU’. Saat memasuki ruang pamer saya mendapati karya yang begitu menarik dari susunan display yang sangat dinamis, karya tidak disusun dengan rapi. Karya yang dipamerkan membuat ruangan House of Sampoerna begitu penuh dengan bentuk visual dan narasi.

Karena memang tajuknya adalah pameran fotografi, didalam saya menemui banyak karya foto, ada juga karya puisi, ada pula karya lukis dan instalasi. Kombinasi dari beberapa jenis karya ini membuat ruangan House of Sampoerna penuh. Karya disusun di tiap ruangnya saling berkesinambungan antara satu sama lain, sehingga terlihat seperti instalasi ruang.


dokumentasi budidayabaik
Karya yang ditampilkan mempunyai visual yang sangat menarik, tidak monoton pada bentuk bujur sangar yang di frame, atau bentuk sejenisnya. Yang menjadi kekurangan dari pameran ini adalah apresiator yang masuk akan sangat sulit untuk memahami karya, karena meskipun banyak narasi, narasi tersebut adalah bagian dari karya, yang bersiafat puitis, sehingga sangat sulit untuk dipahami oleh orang awam. Seharusnya ada sebuah narasi yang tersedia yang dapat menuntun apresiator menikmati karya. Saya melihat bahwa karya-karya ini sebagai karya yang dibuat dengan serius, namun apresiator sulit untuk merasakan keseriusan karya ini selain ketidak tahuan. Saya mengagumi sajak-sajak yang terlulis di beberapa bagian, tapi untuk dapat menangkap karya tersebut secara utuh saya merasa sangat kesulitan. Kiranya yang dapat menangkap esensi karya ini secara utuh adalah si seniman sendiri dan beberapa orang yang memiliki pemahamn setara dengan si seniman, bagi orang awam tentu akan sangat susah.

Mini katalog pun tidak dilengkapi dengan penjelas, hanya disertakan biografi singat seniman yang terlibat dalam pameran ini. Saya rasa pameran ini hanya mengarah untuk dinikmati secara estetis saja, atau hanya dapat dinikmati oleh orang yang memiliki pemahaman setara dengan si seniman.(Dnm)

____eng________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

EXHIBITION TITTLE : Photograph and Poetry Exhibitions ‘ONE’

ARTIST : B.G. Fabiola Natasha, Vika Wisnu, Haryo Suryo Kusumo, Didik Siswantono, Leo Arief Budiman, Heti Palestina Yunani, Mamuk Ismuntoro, Sol Amrida, Peter Wang, Wina Bojonegoro.

EXHIBIT PERIOD : 11 Agust – 2 October 2017

PLACE  : Galeri House of Sampoerna,Taman Sampoerna 6, Surabaya 031-3539000


dokumentasi budidayabaik

Five photographers collaborated with five poets, summarized in a photography and poetry exhibition entitled ‘ONE’. Upon entering the showroom I found a very interesting work from a very dynamic display arrangement, the work was not neatly arranged. The work on display makes the House of Sampoerna room so full of visual forms and narration.

Because it is the title of photography exhibition, in my meet many photographs, there is also poetry, there is also painting and installation. The combination of several types of work makes the House of Sampoerna room full. The works are arranged in each room continuously between each other, so it looks like a space installation.

The work displayed has a very interesting visual, not monotonous in the form of longitude in the frame, or similar shapes. The disadvantages of this exhibition are the incoming appreciator will be very difficult to understand the work, because although many narratives, the narrative is part of the work, which is poetic, so it is very difficult to understand by the layman. There should be an available narrative that can guide the appreciator enjoying the work. I see that these works as works that are made seriously, but appreciators find it difficult to feel the seriousness of this work other than ignorance. I admire the poems written in some parts, but to be able to capture the work in full I find it very difficult. The thing that captures the essence of this work as a whole is the artist himself and some people who have the same understanding with the artist, for the layman would be very difficult.


dokumentasi budidayabaik

Mini catalogs are not equipped with explanations, only included singers biographies involved in this exhibition. I think this exhibition only leads to aesthetically pleasing, or can only be enjoyed by people who have the same understanding with the artist. (Dnm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *