Review INTIMACY | Architecture / visual art exhibition

Posted on Posted in Journal, News
Spread the love

INTIMACY | Architecture / visual art exhibition

Seniman : ARA STUDIO

Kurator   : Ayos Purwoadji

Tempat   : Ara studio, Jl. Trunojo no.91

Tanggal   : 20 mei – 3 juni 2016

Berbicara menggenai pameran arsitekture kita akan membayangkan bentuk pameran yang menampilkan banyak maket bentuk bangunan, karena memang pameran arsitektur biasanya bertujuan sebagai ajang promosi seorang arsitek atau biro arsitek.

Arsitektur sendiri merupan sub dari seni rupa, dalam bentuk masive seperti gedung ataupun bentuk bentuk hunian. Saat kita berbicara seni rupa maka kita harus mengamini bahwa ada 2 bentuk pengaplikasian seni rupa yaitu diaplikasikan secara murni sebagai seni, atau sebagai terapan yaitu seni yang memiliki nilai fungsi lebih besar. Lantas apakah ada istilah arsitektur murni yang memunculkan bentuk-bentuk karya arsitektur dengan mengesampingkan nilai nominal atas karya yang dibuat seperti halnya seni murni?. Kiranya sangat sulit untuk mendapati hal demikian karena saya rasa arsitektur merupakan bentuk seni rupa terapan.

Dalam pameran arsitektur yang dilakukan oleh Ara Studio mereka membawakan karya arsitektur dengan mengkaburkan pakem pameran arsitektur yang sering kita jumpai, merka melakukan pameran arsitektur dengan pendekatan seni rupa, jadi alih-alih melihat pameran arsitektur kita akan melihat pameran seni rupa namun bertajuk arsitektur, tentu ini mempunyai nilai postif dan negatif.

Nilai positif nya adalah kita akan mendapati suguhan pameran arsitektur dengan format yang segar, tidak melulu melihat maket, tapi kita bisa menjumpai banyak karya-karya arsitekture yang diolah dengan “nakal”. Penyajian alur pameran pun tidak hanya berhenti pada karya hasil akhir, namun di mulai dari ketertarikan dari masing-masing anggota Ara studio, seperti penampilan benda atau hal yang sangat dekat dengan mereka, penyampaian hal seperti ini dimaksudkan untuk menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah desain dibuat, seperti yang dicontohkan oleh kurator pameran ini saat seorang arsitektur suka pada genre musik tertentu dan musik itu selalu menemaninya saat membuat desain maka desain tersebut secara tidak langsung akan merepresentasikan kecenderungan musik tersebut dalam desainnya.

Sedangkan nilai negatif nya adalah hasil dari pameran ini bukan menjadi sebuah produk yang dapat dikonsumsi sebagai bentuk hasil akhir dan siap di aplikasikan terhadap bangunan, jadi tentu saja ini bukan merupakan ajang promosi.

Ruang pamer terbagi jadi 3 bagian, bagian pertama adalah bentuk karya interactive dengan adanya bidang yang berisikan balok-balok yang dapat disusun dan dimaikan sedemikian rupa oleh apresiator, kemudian ada juga maket yang secara bebas direspon dengan disusun ulang ataupun digambar oleh siswa sd yang diliatkan dalam pameran ini,lalu ada juga karya yang berbentuk barcode yang saat di scan kita akan mendapati arsip menggenai desain yang pernah digarap oleh Ara studio dan itupun kita bisa memilih secara bebas desain mana yang ingin dilihat. Bagian kedua berisi arsip-arsip ara seperti percakan saat ia melalukan proses negoisasi hingga dealing dengan klien. Bagian ketiga berisikan benda atau hal yang sangat dekat dengan anggota Ara studio sebagai kronologi awal.

image
image
image
image
image
image

dokumetasi budidayabaik

Selama berlangsung pameran mulai tanggal 20 mei hingga 3 juni setiap harinya sealu disisipkan kegiatan yang berkaitan dengan arsitektur seperti screening video, diskusi oleh pemater arsitek profesional, dan pelibatan warga sekitar dalam kegiatan nya seperti menggajak siswa sd untuk berpartisipasi menyusun dan menggambar maket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *