Pameran komunitas KOMPERTA (Sidoarjo)
25 Juli – 8 Agustus 2016
di Shangri-la Hotel, Jl Mayjen Sungkono no.120
Oleh Dwiki Nugroho Mukti
Kopleksitas dalam ekosistem sebagai pelengkap dan pemenuh atas kebutuhan yang hadir karena adanya ekosistem tersebut, semua yang berada dalam ekosistem tersebut tidak seketika menjadi semuanya merah namun ekosistem kiranya berisi oleh perbedaan antara satu dengan sama lain, namun ditenggah perbedaan tersebut masih ada sebuah kebutuhan yang sama sebagai benang merah, sebagai penggikat untuk tetap dapat hidup bersama dalam sebuah ekosistem.
Dalam ekosistem yang sehat semua bisa berjalan berdampingan, mendapat manfaat antar penghuni ekosistem, dan dari ekosistem itu sendiri secara utuh. Terbentuknya sebuah ekosistem cenderung karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi dengan melibatkan pelaku-pelaku tertentu, adapun ekosistem terjadi karena batas wilayah, namun biasa prosesnya kyrang natural dan terkesan dipaksakan, jika ekosistem terbentuk karena adanya kebutuhan yang sama maka mereka akan menapakan diri pada wilayah tertentu dan kemudian membatasinya, kiranya pola yang ideal adalah pola yang demikian, tidak ada paksaan yang terjadi dalam terciptanya sebuah ekosistem.

dokumentasi budidayabaik
Ditarik pada ekkosistem yang saat ini kita berada di dalamnya yaitu ekosistem seni rupa dengan dikerucutkan lagi pada skala kota, yaitu kota sidoarjo, Sidoarjo memiliki ekosistem seni rupa yang juga merupakan ekosistem seni rupa jawa timur, kemudian ekosisten seni rupa jawa timur adalah bagian sekosistem seni rupa indonesia, dan seterusnya. Sebagai bagian dari ekosistem seni rupa dalam skala besar, apa saja yang sudah dilakukan oleh seniman sidoarjo. Tentu saja akan banyak jejak aktivtas seni rupa yang terjadi di sidoarjo baik yang ter arsipkan maupun tidak, praktek seni rupa moderen dengan segala penggemasanya maupun praktek seni rupa yang berada di pelosok-pelosok yang tidak terjangkau, tentu saja akan sangat banyak sekali jika ditelusuri.

dokumentasi budidayabaik
Para perupa sidoarjo yang tergabung dalam KOMPERTA akan melakukan ekspansi keluar batas ekosistem wilayah, mereka akan melakukan pameran kelompok di Hotel Sangrila Surabaya bersama 16 seniman ; Andiek Eko, Bangun Asmoro, Djagad Ngadianto, Eddy Kuas, Ganda Dagar, Indra Janeb, Juniarto JN, Lutfi Shakato, Mac Gayoon, Misgeiyanto, M. Novita Sechan, Maya, Pakde Yoes, Setyoko, Wadji Iwak, dan Yanu Irwan. Komperta menegaskan dirinya sebagai bagian dari ekosistem yang tidak hanya diam namun juga turut serta bergerak untuk mewujudkan ekosistem seni rupa yang sehat. Perlu diketahui bahwa KOMPERTA adalah komunitas yang bergerak atas prinsip kepedulian sosial terhadap seni rupa, berswadaya dan berbudaya partisipatif mengangkat citra seni rupa khususnya sidoarjo dan jawa timur umumnya.
Tema yang diangkat oleh kawan-kawan KOMPERTA adalah ‘one in diversity’ yang berarti satu dalam keberagaman. Tema yang diangkat merupakan representasi keberagaman karya-karya yang akan ditampilkan dalam pameran kali ini, para perupa di dalamnya memiliki genre dan teknik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, ide gagasan atas terciptanya sebuah karya kiranya juga akan sangat berbeda antar perupa. Namun meskipun demikian semua memiliki peran dalam pameran ini, semua saling mengguatkan hingga terciptalah pameran ini, bila komperta adalah ekosistem tempat bertemu para perupa, maka para perupa menjadi komponen yang tidak saling sama namun memiliki kebutuhan yang sama, yaitu beraktivitasa dalam kesenian dan menghidupinya.

dokumantasi budidayabaik
Semoga pameran ini mampu merangkum perbedaan dan menyajikanya dalam sebuah pameran, dan pameran ini hanya akan menjadi awal untuk KOMPERTA dalam melakukan kegiatan seni rupa lainya.
Sandiolo | 21 juli
