Abaikan Ketidakpekaan

Posted on Posted in Journal, News
Spread the love
Oleh : Dwiki Nugroho Mukti

ARTIST PERFORMER : Teddy ( Fathur Rohman )
Doc : Tim dokumentasi Serbuk Kayu

Penciptaan manusia adalah sebuah proses keseimbangan yang terjadi , terjadi dalam sebuah poros yang berada di tengah jagat raya . Sangat jauh memang karena bila coba dilihat secara kasat mata letak manusia dalam proses keseimbangan tersebut akan sangat kabur dimana letaknya , manusia bisa berada sebagai sebuah kutub positif atau negatif  . Peletakan posisinya berada di kutub mana sebenarnya adalah hal yang relatif bisa dilakukan dengan memilih , atau meminta orang lain yang menentukan dimana kita berada . Memang sebuah penghakiman mutlak adalah milik Yang Maha Adil  dan kita hanya bisa mengukur mengunakan ilmu kita yang masih sedikit .
Sifat manusia sendiri semuanya berawal dari hal yang kosong , diri kita dan lingkungan sekitar yang akan membentuk kepribadian kita sebagai manuasia . Karena memang disadari atau tidak proses imitasi akan kita lakukan menyesuaikan lingkungan dan keinginan pribadi kita sendiri .
Semua pasti berharap menjadi manusia yang bahagia , ya bahagia sebagai manusia itu sendiri . Namun kadar kegembiraan manusia adalah sangat berbeda takaranya tiap individu , maka manusia-manusia yang hidup di dunia ini sepakatan untuk membuat sebuah peraturan yang mengikat mengenai kebahagian tersebut , dan adapula sangsi terhadap setiap pelangaran yang dilakukan .
Manusia sudah mengalami banyak perkembangan sejak awal tercipta , perkembangan  yang paling signifikan adalah perkembangan pikiran kita , manusia terus  berkembang menjadi mahluk yang berusaha memahami alam semesta yang sangat luas ini . Untuk memahami yang sangat luas tersebut sangat masuk akal karena penciptaan manusia sendiri secara ke-Tuhanan sama dengan penciptaan alam semesta , hinga istilah yang digunakan ilmuwan untuk mengambarkan alam semesta adalah cosmos dan otak adalah cosmos kecil .
Dalam luas dan rumitnya pikiran manusia banyak terdapat hal yang gelap disana , tidak semuanya indah dan membahagiakan namun diluasnya alam pikiran manusia terdapat juga banyak pikiran negatif yang muncul mulai dari benci , iri , ketidak pekaan , dan banyak hal yang lain .
Dalam karya perfoment art yang dilakukan Tedy ( fahrur rohman ) adalah membahas banyak mengenai luasnya alam pikiran manusia dan sebuah kenegatifan dalam ruang ketidakpekaan .Dia berusaha membangkitkan rasa welas asih manusia dengan mengorbangkan dirinya sebagai media untuk membuat rasa ketidakpekaan tersebut  pergi untuk sementara  , dengan menjadikan dirinya sebagai sasaran tembak , dan ia mengajak serta audience untuk berpartisipasi dalam perfomnya sebagai penembaknya , penembakan dilakukan mengunakan karet gelang . Ya rasa ketidak pekaan tersebut hanya akan hilang sementara dan mungkin tidak akan bisa hilang selamanya karena rasa tersebut juga merupakan hal negatif  dalam diri manusia yang ada sebagai penyeimbang hal positif yang ada dalam manusia itu sendiri .
Klimaks nya ia berterima kasih kepada para audience yang sudah berpartisipasi dalam karyanya dengan tulisan yang ia sudah buat sebelumnya , yang inti dari tulisan tersebut adalah terima kasih karena sudah menjadi tidak peka selama ini dan untuk sejenak mengabaikan sifat itu . Menjadi peka untuk menjadi manusia yang lebih bahagia .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *