Cerita : Legenda Cak Ulo Rolak
Artist : Sikutskid
lokasi : Jl. Gunungsari (jembatan rolak)
Pada masa penjajahan belanda surabaya dijadikan salah satu komando pusat untuk daerah timur, untuk menggatur perdagangan atau segala langkah strategis yang berada di wilayah Indonesia timur. Karena dijadikan sebagai pemerintahan Indonesia timur tentu saja Surabaya menjadi sangai ramai, alhasil semakin lama hutan disekitar surabaya semakin habis karena dibuka untuk keperluan perumahan dan perindustrian.Kali Suroboyo merupakan sungai yang memotong surabaya dan salah satu anak sungainya bernama kali mas, di sepanjang kali suroboyo tentu saja tanaman sangat subur karena melimpahnya air, begitu juga masyarakat pribumi yang banyak mengantungkan hidupnya dari menangkap ikan di sepanjang kali suroboyo semua berjalan berinringan dengan selaras.

Namun dampak dari pesatnya perkembangan perindustrian adalah limbah yang dibuang ke sungai, yang dapat menyebabkan rusaknya ekosistem sungai, matinya mata pencaharian warga pribumi, dan lain sebagainya. Dan itulah hal yang paling ditakutkan oleh Cak Ulo, cak ulo merupakan salah satu aktivis lingkungan yang hidup dimasa itu, dia selalu menentang keras industrialisasi yang tidak berpihak pada lingkungan.

Singkat cerita karena limbah dari pabrik semakin meresahkan cak ulo marah, dengan ajian ‘corba’ andalanya dia berubah menjadi ular raksasa dan kemudian menghancurkan pabrik-pabrik yang tidak ramah terhadap lingkungan, namun belanda tidak tinggal diam mereka memburu cak ulo. Cak ulo yang merupakan pejuang tidak pernah takut sedikitpun dengan belanda namun oleh masyarakat setempat ia dinasehati untuk tidak melawan, ia diberi wejangan untuk konsisten pada perlawan terhadap perusakan ekosistem, alhasil cak ulo sampai sekarang ini masih bersembunyi di sekitaran rolak, dan ia berjanji untuk menjaga lingkungan dari pabrik yang membuang limbah sembarang ke sungai.(tamat)
