ARI SILUMAN SENIMAN

Posted on Posted in Journal, News
Spread the love
Oleh : Dwiki Nugroho Mukti

Proses berkarya sebagai siluman atau seniman, yang nakal dan suka melakukan aktivitas secara kosmopolit, berpindah dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendistribusikan bentuk kesenian yang dia perjuangkan. Lalu gerakan yang demikian apakah efisien untuk dilakukan? Terlepas dari nilai akhir yang membuat pergerakan bernilai tersebut efisien atau tidak efisien semua yang dilakukan adalah baik dan akan memiliki dampak positif terhadap pelakunya tanpa terkecuali, meskipun dampak negatif nya juga akan selalu ada.

Pemuda-pemudi sekarang yang serius untuk menjadi seorang seniman memang harus memikirkan sebuah strategi yang matang, memikirkan strategi yang matang bukan berarti harus selalu serius atau bersungut-sungut untuk meraihnya, hanya keseriusan dan strategi yang tepat untuk membawakan dirinya ke dalam arus medan seni rupa. Namun tidak dipungkiri untuk menembus sebuah medan yang benar-benar sudah sustain sangat sulit untuk dilakukan, namun bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan. Selain berusaha untuk masuk kedalam sebuah medan seni rupa ada strategi yang lain yaitu adalah menciptakan medan kita sendiri membuat kita cukup kuat untuk berkompetisi dengan medan-medan yang lain. Cara yang ketiga yang tampaknya akan sangat menguntungkan adalah dengan melakukan dua strategi tersebut secara bersamaan, yaitu dengan membuat sebuah medan sendiri dan juga terus mempromosikan dirinya agar juga diterima di medan seni rupa yang lain, singkat kata ini adalah strategi untuk memperluas jaringan1.

Ari art melakukan pameran tunggal untuk kedua kalinya, kali ini dilakukan di salah satu ruang alternatif yang ada di kota surakarta, yaitu ruang atas artspace. Ruang atas adalah salah satu ruang yang sangat progresif menurut penggamatan sata, ia melakukan banyak aktivitas untuk mendistribusikan seni secara luas meskipun tidak menyasar pasar secara langsung, tapi saya meyakini lambat laun pergerakan yang dilakukan oleh ruang atas akan menghasilkan sesuatu yang baik bila dilakukan secara berkelanjutan. Di ruang tersebutlah dua bentuk pergerakan yang hampir serupa dipertemukan, pergerakan yang dilakukan ruang itu sendiri, dan bentuk pergerakan yang dilakukan oleh seniman.Saat keduanya bertemu (anatara seniman dan ruang) saya meyakini mereka akan mampu bersinergi dengan baik.

Seperti yang selama ini kita tahu ari art banyak bergerak pada streetart, membuat karya yang digolongakan sebagai karya vandal, mengacu pada karya dan aksi si seniman. Dalam pameran yang bertajuk euphoria ini ari akan berekplorasi terhadap karya dan segala sesuatu yang membuat dirinya senang, karena memang dalam pameran ini tidak ada tendensi apapun dalam pengerjaannya, saya melihat  hanya bentuk eksistensialisme dan narsisme yang ditekankan dalam pameran ini, namun bukan berarti hal tersebut buruk. Saat memang sebuah bentuk pameran atau bentuk-bentuk yang lain memiliki fokus untuk apa acara tersebut dibuat tentu saja akan berdampak positif, karena dalam pengerjaannya pun akan menjadi lebih mudah karena telah memiliki arah yang jelas.

Ini memang sebuah acara hura-hura yang dibuat sedemikian rupa untuk melakukan proses yang menyenangkan, fokus untuk besenang senang-senang dengan pendekatan pameran seni rupa, ya seni rupa hanya menjadi kedok uuntuk bersenang-senang. Tidak ada yang perlu dipersalahkan akanya, karena memang begitu seharusnya, apapun yang kita lakukan haruslah menyenangkan paling tidak untuk diri kita sendiri.

1 Tulisan Pengantar program gorgom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *