Review – Memorabilia 50 Tahun IFI Surabaya

Posted on Posted in News
Spread the love

image

dokumentasi budidayabaik

JUDUL PAMERAN : Memorabilia 50 Tahun IFI Surabaya

KURATOR : Benny Wicaksono

PERIODE PAMERAN : 18 – 31 Agustus 2017

TEMPAT : Galeri AJBS, Jl. Ratna No. 14, kompleks AJBS blok C2 Lt.2 Kota Surabaya 60246

Dalam perayaan ulang tahun yang ke-50 tahun ifi Surabaya menyelenggarakan pameran arsip dan konser musik. Pameran arsip berada di Galeri AJBS dan konser musik dilakukan di IFI Surabaya Barat. Pameran arsip yang dilakukan di Galeri AJBS adalah arsip-arsip yang dimiliki oleh IFI Surabaya mulai pertama ia berada di surabaya hingga sekarang, dalam kurun waktu 50 tahun tentu sangat banyak kegitan yang sudah dibuat oleh IFI Surabaya. Arsip yang dipamerkan adalah arsip kegiatan yang dipilah berdasarkan kategori kegiatan yang pernah dibuat, antara lain; film, seni rupa, seni musik, teater, mode/fashion, dan pendidikan.

image

poster kegiatan

Pameran ini sangat menarik untuk diamati karena kita bisa mendapati rekam jejak dari seniman-seniman Surabaya atau bahkan seniman dari kota lain, yang mana mereka sekarang telah menjadi seniman yang memiliki nama besar, seperti Heri Dono yang pernah berpameran di CCCL (nama sebelum berubah menjadi IFI Surabaya), atau pun Hafiz Rancajale yang pernah memberi workshop di CCCL bersama dengan Agus Koecing. Dari sini kita bisa melihat peran IFI menjadi penting dan dianggap sebagai tempat yang representatif untuk seniman-seniman melakukan aktifitas disana.

Banyak juga kliping-kliping koran mulai tahun 80’an, hingga koran yang terbaru, yang menulis mengenai gejolak seni rupa di Surabaya yang di tampilkan juga dalam pameran ini. Dan yang saya dapati adalah di sekitar periode tahun akhir 80’an hingga 90’an, tulisan menggenai seni rupa di Surabaya tidak hanya menjadi pemberitaan yang sekedarnya, namun juga banyak kritikan yang dituliskan. Saya sangat suka dengan pola yang seperti ini, pola yang sangat menyehatkan jadi seniman akan mendapat banyak masukan dari sekitar menggenai karyanya, dan peran wartawan tidak hanya memberitakan kegiatan namun sekaligus menjadi pengamat yang kritis. Tidak seperti sekarang, saya rasa dewasa ini media yang memberitakan mengenai seni rupa lebih banyak hanya memberitakan sekedarnya saja.

image

dokumentasi budidayabaik

Selanjutnya adalah poster, jumlah poster yang dipamerkan juga sangat banyak, hampir disemua sudut ruang pamer ada poster yang ditempelkan. Kurator pameran ini Benny Wicaksono mengatakan bahwa sebenarnya poster dan semua data yang disini bukan keseluharan dari arsip kegiatan IFI, banyak juga arsip yang tidak ditampilkan, namun ada juga arsip yang ingin ditampilkan namun tidak ada.

Kegiatan ini juga melibatkan 8 seniman seniman seni rupa yang pernah bekerja sama dengan IFI, untuk kembali menampilkan karyanya, beberapa diantaranya adalah; Taufik Monyong, Yunizar Mursyidi, Agus Koecing, Jenny Lee, Ars Dewo, dan X-go. Karya yang ditampilkan oleh seniman-seniman ini adalah karya mereka saat melakukan kegiatan bersama dengan IFI, jadi pameran kali ini memang ditujukan untuk menggenang kegiatan apa saya yang telah di lewati selama 50 tahun IFI Surabaya berdiri

image

karya Jenny Lee, dengan latar belakang poster kegiatan fotografi

dokumentasi budidayabaik

_eng________________________________________________________________________________________________________________________

EXHIBITION TITTLE : Memorabilia 50 Tahun IFI Surabaya

CURATOR  : Benny Wicaksono

EXHIBIT PERIOD  : 18 – 31 Agustus 2017

PALCE  : Galeri AJBS, Jl. Ratna No. 14, kompleks AJBS blok C2 Lt.2 Kota Surabaya 60246

In celebration of the 50th anniversary, IFI Surabaya organizes archive exhibitions and music concerts. The archive exhibition is at the AJBS Gallery and a music concert is performed at IFI West Surabaya. The archive exhibition conducted in AJBS Gallery is the archives owned by IFI Surabaya starting from the first time he was in Surabaya until now, in the period of 50 years, of course IFI have a lot of activity made by IFI Surabaya. Archives on display are archives of activities sorted by category of activities ever made, among others; Film, art, music, theater, fashion, and education.

image

dokumentasi budidayabaik

This exhibition is very interesting to observe because we can find track record of Surabaya artists or even artists from other cities, which they have now become big name artists, such as Heri Dono who had exhibited at CCCL (name before turning into IFI Surabaya), or Hafiz Rancajale who once gave a workshop at CCCL together with Agus Koecing. From here we can see the role of IFI becomes important and considered as a representative place for artists doing activities there.

Many newspaper clippings began in the 80s, to the latest newspaper, which writes about the flare-up of art in Surabaya which is also featured in this exhibition. And what I find is around the period of the late 80’s to the 90’s, writing about art in Surabaya is not only a simple news but also a lot of criticism. I really like this pattern, a very healthy pattern so the artist will get a lot of feedback from around his work, and the role of a journalist is not only to preach the activities but also to be a critical observer. Unlike now, I think today the media that preach about art more just preach only.

image

dokumentasi budidayabaik

Next is the poster, the number of posters on display is also very much, almost in all corner of the showroom there is a poster that is affixed. The curator of this exhibition Benny Wicaksono said that actually the posters and all the data here is not the whole of IFI’s archives of activities, many archives are not displayed, but there are also archives that are wanted to be displayed but none.

This activity also involves 8 artists of fine art artists who once worked with IFI, to re-show his work, some of which are; Taufik Monyong, Yunizar Mursyidi, Agus Koecing, Jenny Lee, Ars Dewo, and X-go. The work displayed by these artists is their work while doing activities together with the IFI, so this exhibition is intended to stagnate what activities have been through for 50 years by IFI Surabaya

image

dokumentasi budidayabaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *