GANDHENG RENTENG 6 “sepet-sepet sawone mentah”

Posted on Posted in News
Spread the love

Pasuruan menegaskan dirinya sebagai salah satu kota yang berpengaruh terhadap perkembangan seni rupa di jawa timur, Pasuruan terus membenahi wajah seni rupa di daerahnya dengan banyak menggelar acara-acara seni rupa, yang berskala lokal ataupun dengan cakupan wilayah yang lebih luas lagi.

Gandheng Renteng merupan salah satu projek seni rupa yang di selengarakan di Pasuruan oleh Komunitas Guru Seni dan Perupa Pasuruan (KGSP), sabtu 6 Februari lalu saya berkesempatan untuk menyaksikan pagelaran event senirupa yang dilakukan per periodik ini, pameran yang dikuratori oleh Zuhriyan Zakariya ini tidak hanya menampilkan bentuk-bentuk karya seni berupa lukisan, namun juga ke bentuk terapan seni yang lain seperti teater, musik, dan beberapa stand kreatif juga ditampilkan.

image

Suasana malam pembukaan ditemani oleh gerimis, meskipun demikian tidak menyurutkan antusiasme apresitor seni Pasuruan untuk mengikuti prosesi pembukaann pameran, ramai dan padat begitu kiranya situasi disana untuk pengunjung atupun rangkaian acara yang ditujukan untuk membuka pameran. Prosesi pembukaan perlangsung mulai pukul 19.00 sampai kurang lebih 21.00, di isi oleh beberapa sambutan, grup musik, dan fashion.

Hal menarik yang selalu di dadapati dalam pemeran Gandheng Renteng adalah pengunaan kata dalam bahasa jawa sebagai judul acaranya, dalam Gandheng Renteng 6 judulnya adalah “sepet sepet sawone mentah” dan pengunaan judul yang demikian kiranya menjadi sebuah trademark yang khas Gandeng Reteng.

image
image
image

Suasana malam pembukaan ditemani oleh gerimis, meskipun demikian tidak menyurutkan antusiasme apresitor seni Pasuruan untuk mengikuti prosesi pembukaann pameran, ramai dan padat begitu kiranya situasi disana untuk pengunjung atupun rangkaian acara yang ditujukan untuk membuka pameran. Prosesi pembukaan perlangsung mulai pukul 19.00 sampai kurang lebih 21.00, di isi oleh beberapa sambutan, grup musik, dan fashion.

Hal menarik yang selalu di dadapati dalam pemeran Gandheng Renteng adalah pengunaan kata dalam bahasa jawa sebagai judul acaranya, dalam Gandheng Renteng 6 judulnya adalah “sepet sepet sawone mentah” dan pengunaan judul yang demikian kiranya menjadi sebuah trademark yang khas Gandeng Reteng.

image
image

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *