Deden Ardiansyah

Posted on Posted in Tak Berkategori
Spread the love

Tasikmalaya, 24 Juni 1991 Seorang filmmaker & Video Artist yang berdomisili di Yogyakarta. Ia juga membuat karya video mapping baik secara individu maupun kelompok.

Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan

“SOLIDARITAS PERUPA INDONESIA LAWAN CORONA” di laman http://www.bumbung-seni.id

Pameran daring / Online Exhibittion

MANIFESTO VII “PANDEMI” di Galeri Nasional

COLLECTIVE ARTISTS & PERFORMERS at RedBase foundation “NO MORE NORMAL” NMN

Nyala Api Ibu (2020)
Video Art
Durasi: 3.10
Seorang sutradara ternama Frank Capra pernah berkata, film adalah salah satu dari tiga bahasa universal, dua lainnya adalah matematika dan musik, (Edgar, Marland dan Rawle 2010, 8). Karya audio visual ini diproduksi sebagai media komunikasi seperti apa yang pernah dikatakan Capra. Ibu atau wanita adalah seorang sosok lembut namun tegas dalam menjaga anak-anaknya, seorang ibu yang menjaga pelitanya agar terus menyala, memberikan energi baik untuk menguatkan kaki dan lengan kita, memastikan kita bisa bangkit saat terpuruk, memberikan kehangatan saat hati terasa sunyi. Api sebagai simbol kehidupan, dimana api ini terus dijaga oleh sang ibu. Ibu atau wanita sebagai representasi penjaga api kehidupan agar terus menyala dan menumbuhkan optimisme dalam menjalani kehidupan, dimana banyak diantara kita merasa patah arang saat mencoba untuk bangkit kembali ditengah situasi sulit, tapi itu bukan alasan, apabila kita masih memiliki semangat api kehidupan dan menjanganya dengan baik, masa-masa sulit dan kerasnya kehidupan dapat kita lewati. Konsep dalam video ini merupakan ekspresi pencipta karya, perpaduan antara kolase video dan poto dengan menambahkan aksen pop dalam beberapa bagian, serta mengimbuhinya dengan semiotika, seperti ibu simbol penjaga, api sebagai simbol kehidupan (kita) dan tengkorak sebagai simbol kematian. Dari perpaduan video dan poto yang telah dimanipulasi sedemikin rupa sehingga menampakan citra tengkorak dan ibu yang memanggku api sebagai matanya, saya bercerita tentang kehidupan, dan tengkorak sebagai simbol kematian, kedua hal tersebut dihadirkan karena merupakan hal yang tidak akan bisa dilepaskan, kematian bukan lah hal menakutkan, melainkan sebuah pengingat, dimana kita sebagai manusia adalah makhluk yang tidak kekal abadi, kematian juga bukan merupakan simbol akhir, melainkan sebagai penyemangat, dimana kita harus termotivasi menjadi lebih baik disetiap saatnya, tentu saja untuk mendapatkan semangat tersebut, sosok ibu lah yang selalu siap di baris terdepan sedari kita kecil mungkin sampai akhir hayatnya, dialah sosok pelindung, penyemangat dan penjaga anak-anaknya, negara yang kita banggakan ini pun menggunakan kata “IBU”, Ibu Pertiwi merupakan personifikasi nasional Indonesia, sebuah perwujudan tanah air Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *