Eka Wahyu Primadani

Posted on Posted in Tak Berkategori
Spread the love

Seorang sutradara film, teater, dan seniman video yang lahir di Blitar, 06 Desember 1992. Ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di ISI Yogyakarta. Penyutradaraan Terbaik Festival Film Independent (FFI) S.Cream #8 2014 (SIRINE)

Sinematografi Terbaik Festival Film Independent (FFI) S.Cream #8 2014 (SIRINE), JAFF Movie Night 2018 Yogyakarta (AKDP), Official Selection Festival Del Cinema D’ Indonesia 2018. Cinema La Compagnia, Florence, Italia (ASMARADANA), dan lainnya.

Taik Tuok | 2018
Video Art – Video Instalasi
Durasi: 3.52
Tik Tok merupakan sebuah aplikasi pembuat video pendek untuk para pengguna ponsel pintar. Para penggunanya dapat melakukan tarian atau bergaya bebas dengan dukungan special effect dan background music. Hasilnya dapat langsung diunggah untuk dipamerkan pada kawan atau pengguna lain. Sayangnya cara instan menjadi terkenal tersebut tidak diimbangi oleh citra baik dari para pengguna di Indonesia. Parahnya lagi, unggahan Tik Tok turut mencemari media sosial lain, sehingga tidak sedikit netizen merasa risih. Tik Tok sudah seperti narkoba yang meracuni generasi muda bangsa. Manifestasi mental para penggunanya bagai hilang kesadaran dalam memvisualkan pola pikir mereka. Pengguna Tik Tok masuk dalam euphoria dan imajinasi dalam bentuk abstrak dan warna-warni.

 

Sa | 2017
Video Art – Video Instalasi
Durasi: 6.01
“SA” lahir dari hasil perekaman gambar dari dua bus yang tengah terlibat kejar-kejaran di jalan raya. Bahan video merupakan dokumentasi perjalanan dari Yogyakarta menuju Surakarta menggunakan dua bus yakni Sumber Grup dan Mira. Kedua bus tersebut adalah rival pada trayek Surabaya – Yogyakarta PP yang mewakili dua pandangan yang saling bertolak-belakang. Adanya perbedaan sebenarnya merupakan keharmonisan menjadi pernyataan seniman dalam karya ini. Memandang sebuah realita dari dua persepktif langsung agaknya sukar dilakukan oleh manusia. Keterbatasan ada pada wujud manusia sendiri dan pikiran yang cenderung struktural sehingga kenyataan tidak terbangun sekaligus melainkan secara bertahap. Video mampu menyajikan sebuah kejadian nyata dari dua tempat dalam satu rangkaian waktu. Seperti halnya seseorang tidak bisa naik bus Mira atau Sugeng Rahayu pada waktu bersamaan tetapi dapat menikmati dalam sebuah karya seni video.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *