Bachrul Restu Bagja

Posted on Posted in Tak Berkategori
Spread the love

Bachrul Restu Bagja lahir 27 tahun yang lalu di Kota Majalengka, Jawa Barat. Berkegiatan di Bandung sejak tahun 2011 dan menjadi salah satu bagian dari kolektif BOREDOOM dari tahun 2013 sampai sekarang. Mulai “sadar” membuat karya seni di tahun 2016 akhir. Beberapa tahun terakhir sampai saat ini sangat senang melakukan kegiatan (gambar, masak, dll) bersama anak-anak, termasuk daerah Cipagalo, Bandung.

Rumah
Video, 8 mins
Audio (heartbeat) 0 mins 30 secs
48 kHz, 24bit, 1536 kbps
Stereo (Soundjay)
2019

 

Rumah merupakan tempat dimana berlangsungnya proses sosialisasi seorang individu terhadap norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat, selain itu rumah menjadi suatu tempat dimana seseorang menyimpan dan merasakan setiap memori dan pengalaman. Rumah merupakan tempat yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup seseorang, dimana banyak hal yang terjadi di dalam rumah, dari mulai pengenalan diri sampai tempat berhenti sejenak dari kesibukan dan masalah. Anggapan tersebut dirasa relevan untuk menggambarkan seberapa pentingnya rumah bagi warga dan khususnya anak-anak di desa Cipagalo, Buahbatu.
Cipagalo, Buahbatu merupakan salah satu daerah di Bandung yang memiliki persoalan ancaman penggusuran tempat tinggal, dalam hal ini psikologis dari anak-anak yang ada di daerah cipagalo yang juga mengetahui adanya persoalan tersebut menjadi fokus perhatian dalam karya yang berjudul “RUMAH”.
Karya ini merupakan representasi dari adanya sebuah ancaman yang menimpa warga dan anak- anak terkait akan hilangnya tempat tinggal mereka, disamping itu saya mempertanyakan penyebab terjadinya hal-hal seperti ini yang mana pada praktiknya menyisihkan suatu komunitas masyarakat, dan hal tersebut selalu mengenai hitam-putih, benar-salah. Selalu ada dikotomi antara kubu benar dan kubu salah, keduanya ditentukan dari perspektif mana pandangan yang diamininya, yang benar bisa dilihat salah, yang salah bisa dilihat benar, begitu seterusnya. Akan tetapi dengan munculnya dikotomi tersebut apakah disadari atau tidak, diakui atau tidak bahwa ‘semua’ orang memiliki andil/peran atas terjadinya hal tersebut, terlepas dari sedikit banyaknya peran dalam membuat mereka seperti itu. Tuntutan setiap orang atau keinginan setiap orang untuk menjadi “modern” dan mengikuti perkembangan modern menjadi salah satu penyebab atas tersisihkannya komunitas-komunitas masyarakat ini, karena dari setiap perkembangan perilaku pasti selalu muncul dampak, sekecil apapun itu. Pertanyaannya, jika kita semua secara tidak sadar sebagai salah satu penyebab hilangnya tempat tinggal suatu komunitas masyarakat atau persoalan masyarakat lainnya, apa yang harus kita lakukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *