TIMURLIAR 2019

Posted on Posted in Tak Berkategori
Spread the love
TMURLIAR adalah kegiatan yang di inisiasi oleh Serbuk kayu, bersama dengan kolektif dari berbagai daerah yaitu : Kolega Warna, Darjoclub, Banyu Genuk, Kuas Patis, Dewan Kesenian Kampus, Kuas Patis, Kolekjos, Taman Langit, Sektor Kotor, Vila artspace, Tubgraff, dan Sara.  Kegiatan ini dibuat dengan semangat untuk membuat sebuah kegiatan yang dapat dijadikan ajang untuk saling bertemu, berkumpul, dan berjejaring dalam kegiatan yang edukatif serta membangun pemahaman mengenai pola seni rupa saat ini.

Kegiatan ini akan dilakukan seperti semacam kegiatan ‘Jambore’,  yang nama kegiatan puncaknya setiap tahun akan dilaksanakan bergantian di kota-kota yang menjadi bagian TIMURLIAR.  Dalam TIMURLIAR kali pertama ini kegiatan puncak akan di selenggarakan di Surabaya.

Visi dan Misi

Membuat jaringan seni antar kolektis seni di Indonesia, dan berbicara bahwa membuat karya seni itu mudah.

Sasaran
  1. Kolektif seni
  2. Seniman
  3. Pemilik ruang yang bisa dimanfaatkan
  4. Masyarakat umum
Format Kegiatan
  1. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang dimiliki oleh semua komunitas yang terlibat, tidak tunggal.
  2. Komunitas yang bersepakat untuk menyelenggarakan TIMURLIAR wajib membuat sebuah pameran satelit di kotanya, pameran bisa dilakukan di ruang alternatif, cafe atau ruang-ruang lain. (tidak ada batasan ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan). Kegiatan ini direncanakan untuk dilakukan secara independen oleh masing-masing komunitas. Jadi komunitas yang bersepakat membuat kegiatan TIMURLIAR di kotanya memiliki otoritas penuh terhadap kegiatnya, namun apabila memerlukan bantuan untuk penyelengaraan bisa saling tolong dan berkomunikasi (seperti dokumentasi, kuratorial, dsb).
  3. Kegiatan pameran dilakukan dengan format pameran proses yang di publish melalui melalui sosial media.
  4. Setelah pameran satelit berjalan karya yang sudah dipamerkan di kirim ke Surabaya untuk kemudian dipamerkan bersama.
agar lebih mudah dipahami saya akan memberikan ilustrasi bentuk kegiatan :

Sebagai contoh komunitas padi dan kapas dari kota Probolingo sepakat untuk turut serta dalam TIMURLIAR, mereka harus membuat sebuah pameran di kotanya secara mandiri dengan nama Pameran TIMURLIAR dan tema yang sama. Format siapa saja yang berkarya menjadi otoritas komunitas padi dan kapas, entah peserta hanya dari komunitas padi dan kapas atau melibatkan orang lain di luar komunitasnya. Katakanlah pameran berada di tanggal 30 desember maka di bulan november 1-30 november peserta wajib melakukan proses berkarya, karya dibuat dengan medium yang tidak dibatasi (tapi disarankan di dalam medium yang mudah dipajang, semisal kertas, foto, ilustrasi digital atau lain sebagainya). Di tanggal 1-30 november di setiap harinya peserta wajib membuat satu karya dan kemudian di unggah melalui sosial medianya dengan menambahkan hastag yang akan kita sepakati bersama. Jadi saat pameran di bulan desember satu seniman memamerkan 1 buah karya yang runtut mulai tanggal 1-30 november.

Kenapa membuat karya dalam kurun waktu satu bulan ?

Hal ini dimaksudkan agar tiap seniman melakukan penulusaran yang lebih terhadap tema, jadi saat dipamerkan kita akan mendapati hasil riset seniman melalui timeline karya yang dibuat.

Kenapa harus di unggah di media sosial ?

Menggungah di media sosial menjadi kewajiban, karena kami telah melakukan perhitungan sederhana, jika pameran dilaksanakan di 10 kota, dan masing-masing kota ada 10 seniman yang terlibat, maka akan ada 100 seniman yang menggungah karyanya dan mempromosikan kegiatan ini. Jadi tentu saja publikasi akan menjadi besar secara kolektif, ini menjadi siasat untuk mempublikasikan karya melalui media yang kita kuasai. Dengan pola seperti ini kami berharap jangkauan kegiatan ini menjadi sangat luas dan dapat berdampak pada seniman yang terlibat.

Kenapa pameran utama berada di Surabaya ?

Kegiatan ini kami rencanakan untuk selalu ada setiap tahun sebagai ajang bertemu dan berpameran untu kolektif seni, kegiatan utama yang pertama diadakan di Surabaya karena kami sebagai inisiator kegiatan merasa berkewajiban untuk melakukannya. Namun di tahun-tahun berikutnya tentu pameran utama akan selalu berpindah, misalakan jika komunitas padi dan kapas  dari Probolinggo meresa sangup untuk menjadi tuan rumah pameran utama di tahun depan tentu lokasi pameran utama akan berpindah. Prinsipnya seperti kegiatan jambore yang selalu berpindah tergantung pihak mana yang siap menjadi tuan rumah.

Selama pameran utama berlangsung kolektif yang terlibat akan diundang untuk datang ke Surabaya untuk mengikuti rangkain kegiatan.

Apakah ini kegiatan milik Serbuk Kayu ?

Tentu tidak, kegiatan ini akan menjadi kegiatan bersama semua kolektif yang terlibat, begitu pula pencantuman logo dan sebagainya semua memiliki porsi yang sama, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.

 

*kolektif padi dan kapas hanya fiktif belaka

 

Timeline

 

27/12/2018 – mulai publikasi (poster dll)

1-31 januari 2019 proses bekarya seniman.

 

9/02/2019  pembukaan TIMURLIAR batch 1 Malang – Kolekjos

12/02/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 2 Banyuwangi – Kolega Warna

16/02/2018 pembukaan TIMURLIAR batch 3 Pasuruan – Kuas Patis

20/02/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 4 Sidoarjo – Banyu Genuk

23/02/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 5 Pare – Jare

26/02/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 6 Malang – Taman Langit

2/03/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 7 Lamongan – Sara

6/03/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 8 Kediri – Vila Artspace

9/03/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 9 Surabaya – Sektor Kotor

12/03/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 10 Sidoarjo – Darjoclub

16/03/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 11 Jember – Tanjung Market

20/03/2019 pembukaan TIMURLIAR batch 12 Tuban – Tubgraff

 

8-10/04/2019 pameran utama TIMURLIAR : berlokasi di Yello Hotel Jemursari Surabaya.

Download katalog disini : https://drive.google.com/open?id=1o2D8NPGXbUeyAAyalMQcaVD_mIWxV9rR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *