Galeri Dalam Pelebaran Makna

Posted on Posted in Journal, News
Spread the love
Oleh : D.N. Mukti

Melakukan praktek seni seni di sebuah daerah yang tidak masuk dalam peta seni rupa arus utama tentu bukan hal mudah, apalagi saat berharap untuk gerakan atau kegiatan yang dilakukan dapat terbaca secara luas. Berkelompok menjadi satu alternatif pilihan untuk menyiasati kesulitan-kesulitan yang ada saat melakukan praktek seni rupa di daerah yang tidak terbaca. Gasrug menjadi upaya yang dilakukan para perupa Gresik untuk eksis di medan seni rupa.

Gasrug lahir di sekitar tahun 2016, mereka lahir dari semangat para perupa Gresik untuk memutar roda ekosistem seni rupa Gresik yang tidak banyak bergerak. Bila merunut sejarah seni rupa Gresik, tentu kita akan dihadapkan pada damar kurung, damar kurung adalah lampion khas yang sudah ada sejak zaman Sunan Prapen. Seniman Gresik yang mempopulerkan damar kurung adalah Masmundari.

Beranjak ke bentuk seni rupa modern, seni modern dapat di identifikasi bahwa ia mulai berkembang di Gresik sekitar tahun 80an, dengan ditandai makin banyaknya aktifitas seni rupa yang terjadi, dan bentuk karya dari perupa-perupa Gersik yang mulai bergeser semakin mutakhir, dengan pengunaan konsep yang lebih jelas, serta teknik-teknik lukis yang lebih beragam. Pernyataan ini di kuatkan oleh statemen dari Pakde Nut (Pakde nut merupakan salah satu narasumber sejarah kebudayaan di Gresik)  yang menyebutkan bahwa di sekitar periode 70 an dan tahun-tahun sebelumnya sangat jarang atau bahkan hampir tidak ada kegiatan seni rupa di Gresik1. Di Gresik sempat pula ada gelar akbar pameran seni rupa yang mengundang banyak seniman nasional untuk turut berpatisispasi, tapi kegiatan ini terakhir di selengarakan di tahun 1999, setelahnya tetap ada pameran namun dalam skala yang lebih kecil. Dan semakin lama ekosistem seni rupa di Gresik cenderung tenang dan adem ayem cukup berpuas dengan kegiatan rutin yang diselengaran oleh pabrik seperti pameran yang di adakan oleh Petrokimia.

Dengan menangkap gejala yang terjadi di Gresik beberapa seniman bersepakat untuk beraliansi untuk kemudian membuat Gasrug, dan Gasrug sendiri mulai tahun 2016 hingga tahun ini (2018) selalu mengadakan paling tidak satu pameran besar yang bernama Gresart. Seiring berjalannya waktu semangat militansi Gasrug semakin besar, buktinya adalah selain mereka membuat satu event besar tiap tahun nya mereka juga mengadakan berbagai pameran lain yang tidak hanya dilakukan di Gresik, tapi juga diadakan di kota Gresik, seniman yang menjadi anggota Gasruk juga terus merangsek untuk beraktifitas keluar kota, agar mereka secara personal dan kolektif dapat terbaca dalam ranah yang lebih luas.

Menurut hemat saya Gasrug adalah sebuah komunitas seni rupa yang memposisikan dirinya sebagai platform bagi anggotanya dan seniman Gresik. Garsug sendiri memiliki kepanjangan yaitu ‘Galeri Seni Rupa Gresik’ ,mengunakan kata ‘galeri’ karena ‘galeri’ merupakan muara kegiatan seni rupa, untuk berpameran, diskusi, atau lain sebagainya jadi memang tujuan Garug adalah agar meraka ada dan dapat bermanfaat bagi ekosistem seni rupa , khususnya Gresik.Meskipun mengunakan nama galeri tapi yang dilakukan oleh teman-teman gasrug adalah praktek kerja kolektif bukan praktek kerja seperti galeri yang diperuntukan untuk tempat pameran saja, mereka mengunakan istilah galeri dengan memaknainya lebih dari sebuah tempat.

Aris Daboel, Aam dan Aly Waffa adalah orang-orang dibalik berdirinya Gasrug. Mereka selalu bersemangat untuk memikirkan bagaiman seni rupa Gresik kedepan, mereka mengandeng perupa lain untuk turut bergabung dan bergerak bersama Gasrug. Meskipun mereka dapat membaca untuk bertaruh dan menyelengarakan kegiatan di Gresik sangat sulit, namun mereka melakukanya dengan semangat agar ekosistem seni rupa di Gresik dapat menjadi lebih baik, dan menjadi tempat yang sehat untuk para perupa berkembang.

Pola kerja seni rupa yang dilakukan oleh teman-teman Gasrug adalah pola kerja seni rupa modern, dimana mereka memproduksi karya lukis atau 3 dimensi kemudian memamerkanya dalam sebuah ajang pameran yang mereka buat sendiri, atau dengan mengikuti pameran di luar kota. Pola Kerja yang dilakukan oleh Gasrug dapat dibaca sebagai langkah untuk mengedukasi masyarakat untuk tahu lebih banyak tentang seni rupa, melalui pagelaran atau aktifitas lain yang mereka buat. Mereka juga kerap menyingungkan seni rupa dengan disiplin seni yang lain. Singungan ini dapat dilihat di tiap kegiatan Gresart, dimana akan selalu ada kelompok lain untuk terlibat, seperti sastra, film, teater, dan streetart. Dengan banyaknya kelompok yang terlibat mereka berharap agar terbentuk sebuah jaringan kesenian yang kuat di Gresik, sehingga akan menguntungkan bagi banyak pihak.

Semoga apa yang dilakukan oleh Gasrug dapat menjadi sebuah inspirasi bagi pelaku lainya di Gresik atau bahkan pelaku seni di kota lain, dan apa yang dilakukan Gasrug bisa berkelanjutan hingga nanti saat mereka menuai hasil dari kerja membangun ekosistem seni rupa Gresik.

 

 

1D.N. Mukti, Mengeja Seni Rupa Gresik, artikel untuk Gresart#2

 

Dokumentasi foto : https://goo.gl/hD5CXp

Sumber :

https://www.facebook.com/aam.sgk

https://www.facebook.com/profile.php?id=100009702973958

https://www.facebook.com/sahlulfahmi74

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *